Posts

Showing posts from March, 2023

Persimpangan

Inilah saat paling menyebalkan yang pernah ada. Saat perpisahan ada di pelupuk mata. Disaat semua dirasa belum waktunya, Namun saat-saat ini pada akhirnya harus tiba. Ibarat pelayaran, kapal ini telah sampai pada tujuan akhirnya. Lengkap dengan segala perintah nahkodanya. Juga dengan robekan pada layarnya. Belum lagi beberapa luka hantaman ombaknya. Ditambah pengalaman karamnya. Laksana perjalanan, kendaraan ini telah tiba pada tetes akhir bahan bakarnya. Lelah jenuh dengan segala likunya. Ditambah badai dan terik yang menyertainya. Sempurna dengan segala polusi dan kemacetannya. Takkan kuberi sebuah bingkisan, Jika itu artinya kita harus saling melupakan. Takkan kutuliskan sebuah puisi, Jika kita harus berpisah tanpa arti. Doa-doa yang kan selalu terhimpun didalam kalbu, Walau mungkin raga tak bertemu. Dan segala ingatan yang selalu bersemayam dalam hati, Sebagai kado terindah yang kan kita bicarakan nanti. Biarkan hati ini terus berbunga. Rindu menanti saat kita kan kembali bersua. B...

Jadi

Kita sekali lagi tersimpuh di persimpangan malam terduduk saling menatap terpaksa harus berpisah arah dan merelakan genggaman yang kembali runtuh Kita sekali lagi saling mengusap duka menghibur nestapa tapi tetap tak bisa meredakan air mata Di persimpangan malam saling menitip rindu pada langit yang kelabu di deru kendaraan yang membawaku ke tujuan baru tanpa kamu aku masih menyebut namamu dalam doaku dan ia kini jadi kebiasaan baru yang masih belum ku tau bagaimana cara datangnya dan bertahannya bila ini yang mereka sebut cinta maka mungkin memang ia mas, aku sering bertanya apa memang kah kau jawaban tiap pinta? apa kah kepadamu surga ku dititipkanNya? atau kau adalah guru terbaik yang Ia kirimkan bernama pengalaman? jadi kau yang mana, mas? 

Malam

Aku selalu tau ujung tiap malam itu pagi Tapi rasanya kali ini bumiku berotasi dengan perlahan dan tak pasti Aku tak tau lagi berapa jam dalam sehari Ia tak lagi menggenapi hari Aku hanya berharap Pemilik malam memberi kita tenang Tentang semua resah dalam menelusuri malam yang begitu tak kita sukai Karna yang kusuka saat malam hanyalah angkasa yang melukiskan bintang bintang Aku harap kau bukan lagi angkasa Aku mau kita jadi satu di savana Duduk disana dan menghabiskan malam Menghitung jajaran bintang Menghubungkan asa dan perlahan menggapainya dari savana Aku mau savana adalah rumah kita bercerita bahagia dan gulana yang atapnya adalah warna favorit kita Aku harap malam jadi tempat kita meminta, di satu malam yang lebih baik dari 1001 bulan Kalau kudapatkan, akan kupinta keajaiban Agar kita melihat senyum wajahNya di keabadiaan pagi Tidak di savana lagi Tapi di tepian sungai yang airnya selembut susu dan semanis madu yang waktunya tak bertepi dan detiknya tak pernah berhenti