Jadi
Kita sekali lagi tersimpuh
di persimpangan malam
terduduk saling menatap
terpaksa harus berpisah arah
dan merelakan genggaman yang kembali runtuh
Kita sekali lagi
saling mengusap duka
menghibur nestapa
tapi tetap tak bisa meredakan air mata
Di persimpangan malam
saling menitip rindu
pada langit yang kelabu
di deru kendaraan yang membawaku
ke tujuan baru
tanpa kamu
aku masih menyebut namamu
dalam doaku
dan ia kini jadi kebiasaan baru
yang masih belum ku tau
bagaimana cara datangnya
dan bertahannya
bila ini yang mereka sebut cinta
maka mungkin memang ia
mas, aku sering bertanya
apa memang kah kau jawaban tiap pinta?
apa kah kepadamu surga ku dititipkanNya?
atau kau adalah guru terbaik yang Ia kirimkan bernama pengalaman?
jadi kau yang mana, mas?
Comments
Post a Comment