Posts

Ages

What did you thought at 15 about 23? and what u didn't even thought about 23 at 15 ? How much years that passed since that, right? eight years ? What did you thought at 15 about 23 ?  2012 ?

Face the Pain

ada alasan kenapa masa kecil dan luka punya kaitan begitu dalam dalam ingatan luka dan masa kecil masa kecil dan luka tapi paling banyak datang dari orang yang paling kita percaya semua dimulai saat pertama membuka mata pertama bicara pertama belajar pertama diajar betapapun menyakitkan dan tak adilnya kita kecil selalu menganggap ibu bapak adalah pusat tata surya dunia kecil kita tempat segala hal berasal tempat mengadu segala sakit peraduan terakhir segala ketidak mampuan semua suka berasal dan semua duka berasal yang tak mudah bila segala luka kecil dan besar yang hancur tertinggal hingga kelak  yang sengaja yang tak di sengaja ucapan yang menyakitkan pukulan yang membekas dan ingatan luka yang tak bisa hilang yang terbawa  yang tertinggal yang seakan tak mau hilang semua pernah kecil tapi tak semua pernah dijatuhkan dari kecil semua pernah kecil tapi tak semua pernah menanggung begitu banyak luka sedari k...

Kakak Adek-an

Kakak adek-an disini bukan seperti yang kamu bayangin bukan, bukan yang kaya gitu, seriusan wkwk. Ini antara aku yang tiba-tiba punya banyak adek. Adek mentoring maksudnya. Nah kan, beda dari yang awal kamu pikirin wkwk Manusia yang terkenal cuek sama orang baru ini, mesti gift big effort buat mengenali dan perhatian sama mereka. MasyaAllah sekali, seru, menantang, dan banyak belajar ternyata. Mungkin disini saatnya mulai belajar untuk mempraktikan itsar, mendahulukan saudara seiman dibanding diri sendiri Mungkin sudah saatnya mulai lebih rajin menggali ilmu dan berguru ke banyak expert Lebih banyak diskusi Lebih banyak menganalisis Lebih banyak dan memang harus lebih banyak stok amal ibadah Kencengin taat nya Kuatin dzikir nya Tingakatin sabar nya dalam semua hal Banyakin syukur Tambahin amal ibadah yang memang harus ditambah Dan gak pernah bosen istighfar ke Dia Maka aku kagum dengan Rasulullah ﷺ teladan para murrabi sepanjang masa itu yang semua masalah ...

Mendewasa di awal kepala 2

Apa yang kebayang di awal usia 20 an? Saat dimana kamu mulai kangen masa-masa usia belasan Tentang semua kesibukan di kuliah dan organisasi Saat rumah hanya tempat singgah untuk tidur Saat kampus jadi tempat kamu paling banyak menghabiskan waktu Atau masa-masa menyelesaikan tugas akhir yang penuh kenangan dan air mata Saat sidang tugas akhir yang kadang penuh drama Dan semua perasaan lega saat sidang akhir telah dilewati Serta haru dan berat hati melepaskan kawan seperjuangan di masa kuliah Beserta semua canda tawa yang dibagikan saat momen wisuda Lalu semua dimulai dari awal kembali Rasanya punya pekerjaan pertama Lingkungan baru Orang yang berbeda-beda latar belakangnya Dan jangan lupa gaji pertama :) Di rentang awal usia 20an Jadi waktu paling singkat dan cepat bagi kita dalam belajar tentang kehidupan belajar tentang menjadi lebih dewasa dalam bersikap ke diri sendiri dan ke orang lain menempatkan segala sesuatu sesuai tempatnya tau bagaimana harus bersikap...

Sebenarnya bisa saja aku duduk, tak usah lah berlari itu. Sesungguhnya bisa sekali aku rebah, tak perlu lah bangkit itu Sebenarnya bisa saja aku pasrah dan menyerah, tak peduli lah esok itu Sesungguhnya bisa saja aku berhenti, tak perlu berlari, tak usah tau bangkit, tak peduli lah esok akan jadi apa lagi. Tapi aku dipeluk mimpi, ya kan ilona? Sudah setengah jalan diantar cita, aku bisa apa? Kejar saja lah.

Sama

Aku rindu senja yang sama, saat mendekap bingkai jendela Dan jingga pun tertawa menghibur kita Menutup gelap jiwa pasrah Menutup terang tanah merah Aku rindu fajar yang sama, saat deru roda bersiku dengan tanah Biru kuning membisik bayang menari dendang, menyejajari putaran pagi Membuka terang rerumput basah Membuka gelap jiwa resah Aku hanya rindu tanah yang sama beserta pula partikel atomnya Duduk diatasnya dan mengingat kemarin Meraba tiap butir debunya, dan memimpi lusa Ah, ilona dapat aku kembali ?
Debu kotor ini rindu Pulang! Balik pula kalau perlu Tak ingin lagi seret Tapi mimpi masih julang langit Ah, debu tangisi saja lah diri Diam dalam alir