Posts

Keajaiban

'Bukankah pecinta ridha tentang apa-apa yang di inginkan oleh yang dicinta terhadap dirinya?' Ujar seorang Ulama tentang hakikat cinta hamba pada Penciptanya Seandainya saja ada keajaiban Dan kuharap ada keajaiban Maka kupinta keajaiban lewat sifat Maha Pengasih dan Penyayang Kumohon lewat sifat Maha Baik dan Lembut Bukan sifatNya yang Maha Adil Ku pinta keajaiban lewat jalanNya yang paling lembut Ku mohon keajaiban lewat jalur paling tak beronak Ku mengiba padaNya agar mengasihani kita di kefanaan dan keabadiaan Tapi bantulah aku  Dengan istighfar mu Dengan prasangka baik mu  tentang takdir yang paling kau hindari itu Dan bantulah aku Sembunyikan tiap rindu Walau begitu menggebu Jangan tanyakan aku Karna aku juga rindu Tahanlah ia walau begitu sendu Karna aku tau sinyal rindu Walau tak kau beri tahu Dan kau pasti tahu Walau tak ku sampaikan itu

Tetap

Angkasa mengerti, Bahwa hamparan bumi Selalu menantang untuk dijelajahi Bila memang savana ingin pergi, Walau belum bisa menemani Angkasa selalu merestui Dan menanti pada kesetiaan yang hakiki Tak apa Luapkan saja Kendati aku belum memahaminya Kan kurangkul agar semuanya reda Jika nanti sang badai menerpa Takkan kubiarkan kau sendiri merawat luka Datanglah kapanpun kau menginginkannya Dan menetaplah selama apapun yang kau suka Bilamana seisi bumi membuatmu gontai Kemarilah, kan kubuat hatimu kembali damai Kau kan rasakan kehangatan yang takkan pernah usai. Bila sewaktu-waktu kau kehabisan kata Tataplah angkasa Ia akan mengirimkanmu berjuta aksara Menerangi malammu yang gulita Barangkali, angkasa hanya bisa memberimu cinta Selagi tersisa, ambil saja seluruhnya Tak perlu khawatir bila kelak akan melukainya Karena angkasa ingin kau bahagia Dan bila sang masa Mengizinkan kita untuk bersama Percayalah bahwa indahmu tetaplah sama Dalam setiap sudut tatap yang kupunya Seandainya saja ada keaj...

Kembara

yang ku tau aku memang hanya hamba dan kau pun hamba dan kita tak punya kuasa untuk mempercepat masa Tapi aku sepertinya mau mencoba mengurangi lara dengan menyembunyikan duka memperbanyak doa  mengejar cita apa saja agar masa tak terasa maukah kau mencoba? meski tak tau apa nanti hasilnya apakah kita menatap pagi dengan bergandeng tangan hingga membuat mentari iri atau apakah kita menatap pagi dengan tak bersama lagi apapun maukah kau berjanji? jangan runtuh karna savana tak membenci angkasa dan kuharap kau tetap bersahaja di atas bentala meski nanti hanya saling menatap kejauhan kita pasti bisa  bukankah kita memulai bahkan dari tak saling tatap? :)

Tanda tanya

Kusampaikan pada senja Bahwa aku menginginkannya juga Tentang seluruh cerita Dimana akulah muaranya Sungguh, aku tak tau harus apa Karena masa nampaknya suka Menyiksa kita lebih lama Ingin kukatakan padanya Bisakah kau tak usah berkata? Aku sungguh benci ucapannya Yang membuat lara di antara kita Kau bertanya apakah kita bisa? Kujawab dengan helaan nafas saja Karena hanya kau yang tau jawabannya :(

Kendala

Aku terduduk di petala Menggumamkan banyak tanya Tentang babak perbincangan kita Di episode yang kesekian kalinya Aku dan kamu kerap bertanya Tapi seperti dijawab oleh udara Anehnya kita paham bahwa Tiap tanya hanya bisa dijawab oleh masa Tapi kita tetap bertanya Dan pada akhirnya berakhir luka Kau dan aku saling menggenggam duka Tanpa bicara Karna kutau di sudut mana Kau sembunyikan air mata Dan kau tau di mana Ku menyembunyikan nestapa Aku ingin bicara Tentang hiruk pikuk jakarta Dan kau ceritakan penat kerja Atau sesekali tentang mereka Tanpa teringat luka Tanpa memendam tanya Tanpa menghiraukan masa Apa kita bisa? :(

Kelana

Kau bertanya tentang jingga di savana setelah senja Masih  bisakah ku melihanya? Tanya kau penuh harap Aku tak berteman dengan esok, jawabku Waktu bagi kita tak linear Dan ia seperti sedang berputar tak tentu arah mengular Aku kira aku kenal malam Dan kupikir aku bintang Atau setidaknya aku harap aku bintang Apa mungkin aku bulan? Yang tertutup awan Aku suka awan Tapi tidak disaat malam Aku harap bumi berputar cepat aku rindu cahaya pagi yang mengungkapkan langit biru dan awan putihku

Tazki

Ada nama yang abadi di dalam doa, tapi tak bisa diabadikan dalam buku nikah. Aku dan kamu, hapal cara untuk saling menemukan. Tapi tak pernah paham cara untuk bertahan. Sekelumit kisah sendu menghitam dalam temaram. Menyisakan pilu yang meradang dalam dinginnya malam. Tentang rindu yang lumpuh dalam persimpangan. Dan aku yang luluh dalam ketidakberdayaan. Aku selipkan rapalan frasa dalam hening suara. Di antara temaram yang mengusir jingga dan menenggelamkan bulan, Aku mengiba pada Dzat yang telah menghendaki pertemuan kita. Frasaku terlanjur jadi nadimu, dan menjeda denyutnya bukanlah perkara mudah. Cukup pahami bahwa matematika kita sangat terbatas, sedang milik Sang Pencipta angkanya berlipat bebas. Kali ini, aku berpegang pada pintamu untuk mempercayai kejutan esok hari. Menaruh harap pada arah yang tak menentu nan asing pada konsep bernama kendali. Kita sepakat pada sebuah hakikat; bahwa pendewasaan adalah ikatan iman yang arah geraknya selalu bersama Sang Pencipta. Maka biarlah k...