Tapi
Dalam teduh pejam aku membatu.
Terperangkap semu yang dirantai ragu.
Sebut saja aku jalang tanpa nalar.
Hanya mampu menggodamu dibawah ingar bingar alam bawah sadar.
Seolah pilu menjadi sasaran untuk mengeluhkan kesah.
Diantara salah yang terlanjur kuanggap petuah.
Padahal akulah dalang diantara resah yang telah singgah.
Andaikan kata lebih angkuh dari airmata.
Andaikan kamu mendekapku dalam dilema.
Andaikan genggam mengecoh segala curiga.
Dan andaikan aku tak berandai terlalu lama,
Karena sejatinya,
Aku benci menjadi yang pasti dalam ragu.
Comments
Post a Comment