Posts

Showing posts with the label 🚀

Persimpangan

Inilah saat paling menyebalkan yang pernah ada. Saat perpisahan ada di pelupuk mata. Disaat semua dirasa belum waktunya, Namun saat-saat ini pada akhirnya harus tiba. Ibarat pelayaran, kapal ini telah sampai pada tujuan akhirnya. Lengkap dengan segala perintah nahkodanya. Juga dengan robekan pada layarnya. Belum lagi beberapa luka hantaman ombaknya. Ditambah pengalaman karamnya. Laksana perjalanan, kendaraan ini telah tiba pada tetes akhir bahan bakarnya. Lelah jenuh dengan segala likunya. Ditambah badai dan terik yang menyertainya. Sempurna dengan segala polusi dan kemacetannya. Takkan kuberi sebuah bingkisan, Jika itu artinya kita harus saling melupakan. Takkan kutuliskan sebuah puisi, Jika kita harus berpisah tanpa arti. Doa-doa yang kan selalu terhimpun didalam kalbu, Walau mungkin raga tak bertemu. Dan segala ingatan yang selalu bersemayam dalam hati, Sebagai kado terindah yang kan kita bicarakan nanti. Biarkan hati ini terus berbunga. Rindu menanti saat kita kan kembali bersua. B...

Tapi

Dalam teduh pejam aku membatu. Terperangkap semu yang dirantai ragu. Sebut saja aku jalang tanpa nalar. Hanya mampu menggodamu dibawah ingar bingar alam bawah sadar. Seolah pilu menjadi sasaran untuk mengeluhkan kesah. Diantara salah yang terlanjur kuanggap petuah. Padahal akulah dalang diantara resah yang telah singgah. Andaikan kata lebih angkuh dari airmata. Andaikan kamu mendekapku dalam dilema. Andaikan genggam mengecoh segala curiga. Dan andaikan aku tak berandai terlalu lama, Karena sejatinya, Aku benci menjadi yang pasti dalam ragu.

Tetap

Angkasa mengerti, Bahwa hamparan bumi Selalu menantang untuk dijelajahi Bila memang savana ingin pergi, Walau belum bisa menemani Angkasa selalu merestui Dan menanti pada kesetiaan yang hakiki Tak apa Luapkan saja Kendati aku belum memahaminya Kan kurangkul agar semuanya reda Jika nanti sang badai menerpa Takkan kubiarkan kau sendiri merawat luka Datanglah kapanpun kau menginginkannya Dan menetaplah selama apapun yang kau suka Bilamana seisi bumi membuatmu gontai Kemarilah, kan kubuat hatimu kembali damai Kau kan rasakan kehangatan yang takkan pernah usai. Bila sewaktu-waktu kau kehabisan kata Tataplah angkasa Ia akan mengirimkanmu berjuta aksara Menerangi malammu yang gulita Barangkali, angkasa hanya bisa memberimu cinta Selagi tersisa, ambil saja seluruhnya Tak perlu khawatir bila kelak akan melukainya Karena angkasa ingin kau bahagia Dan bila sang masa Mengizinkan kita untuk bersama Percayalah bahwa indahmu tetaplah sama Dalam setiap sudut tatap yang kupunya Seandainya saja ada keaj...

Tanda tanya

Kusampaikan pada senja Bahwa aku menginginkannya juga Tentang seluruh cerita Dimana akulah muaranya Sungguh, aku tak tau harus apa Karena masa nampaknya suka Menyiksa kita lebih lama Ingin kukatakan padanya Bisakah kau tak usah berkata? Aku sungguh benci ucapannya Yang membuat lara di antara kita Kau bertanya apakah kita bisa? Kujawab dengan helaan nafas saja Karena hanya kau yang tau jawabannya :(

Tazki

Ada nama yang abadi di dalam doa, tapi tak bisa diabadikan dalam buku nikah. Aku dan kamu, hapal cara untuk saling menemukan. Tapi tak pernah paham cara untuk bertahan. Sekelumit kisah sendu menghitam dalam temaram. Menyisakan pilu yang meradang dalam dinginnya malam. Tentang rindu yang lumpuh dalam persimpangan. Dan aku yang luluh dalam ketidakberdayaan. Aku selipkan rapalan frasa dalam hening suara. Di antara temaram yang mengusir jingga dan menenggelamkan bulan, Aku mengiba pada Dzat yang telah menghendaki pertemuan kita. Frasaku terlanjur jadi nadimu, dan menjeda denyutnya bukanlah perkara mudah. Cukup pahami bahwa matematika kita sangat terbatas, sedang milik Sang Pencipta angkanya berlipat bebas. Kali ini, aku berpegang pada pintamu untuk mempercayai kejutan esok hari. Menaruh harap pada arah yang tak menentu nan asing pada konsep bernama kendali. Kita sepakat pada sebuah hakikat; bahwa pendewasaan adalah ikatan iman yang arah geraknya selalu bersama Sang Pencipta. Maka biarlah k...

Tutur

 aku tahu mengapa orang memanggilnya “jatuh cinta.” aku belum mengetahuinya saat menatap mata legam berkilauan milikmu; merasakan degup jantung yang bersorak sorai akan kemenangan restu; merengkuh ujung hatimu yang orang bilang tak bisa disentuh. aku belum mengetahuinya saat kita tertawa bersama di penghujung kisah; menikam duka yang menyelimuti berdua; menggenggam tangan satu sama lain sampai mentari iri melihatnya. aku belum mengetahuinya saat itu semua terjadi. aku baru mengetahuinya saat matamu tak lagi memancarkan sukacita saat melihatku; tanganmu dingin— tak lagi lembut seperti dulu; rahangmu keras dan kata-katamu terlalu rapuh. aku baru tahu mengapa orang memanggilnya “jatuh cinta”— saat kita  r u n t u h. karena semakin dalam kamu merasuki bentala milikku, semakin kejam pula tikaman dari asa-asa yang menangis pilu— kecewa akan akhir dari semua itu. semakin jauh lubang itu,  semakin jauh aku terjatuh,  semakin sakit pula ulu nadiku—  tersayat luka-luka fa...

Tua

 Usia. Terkadang membuat kita lupa. Bahwa kita telah dewasa. Usia. Terkadang membuat kita alpa. Bahwa kita telah melanggar titah Sang Pencipta. Usia. Terkadang membuat kita hina. Bahwa kita hanya manusia. Tak punya apa-apa. Seonggok daging tak berguna. Tetapi usia. Kadang membuat kita merasa. Bahwa Allah tak melihat harta dan rupa. Melainkan karakter di dalam jiwa. Tempat paling mulia di dalam raga. Maka dengan usia ini, Membawamu pada hari ini. Hari yang membuat lingkunganmu bersuka lagi mensyukuri. Hadirmu ditengah dunia ini. Sebagai awalmu yang penuh potensi. 29 November, Ya, datang sudah hari ini, Hari dimana kamu dilahirkan. Bertambah satu usiamu di hari ini. Haruskah meniup lilin ketika kamu berulang tahun? Pentingkah saling melempar kue yang tak termakan? Perlukah kita membiarkan diri berfoya foya? Kadang, Hadiah terbaik datang dari sebuah pemahaman. Maka merenunglah sejenak di hari kelahiranmu. Karna kamu sudah bertambah dewasa sekarang. Tiada yang aku berikan padamu Selain...

Tentang Kenapa yang Tak Pernah Ada Jawabnya

Ini mengenai sebuah pertanyaan;  mengapa mencintai tanpa rencana dan berpikir? Tak sadarkah engkau,  jika mencintai tanpa rencana adalah sesuatu yang istimewa? Dan bukankah cinta tanpa berpikir mampu membuat cinta seperti tiada akhir? Kenapa kau beranggapan aku tidak mencintaimu? Padahal kau sendiri masih menyimpan perasaan itu meski tiada satupun yang tau. Kita takkan pernah bertukar posisi. Walau nyatanya kita tak pernah saling mengisi. Yang aku tau,Rasa itu tak pernah jatuh,  ia hanya tertuju kepadaku. Perihal sakit yang kau rasa, tak pernahkah kau berpikir? Betapa hancurnya aku saat mengetahui telah melukaimu tanpa sengaja? Mengapa kau meminta waktu  untuk membawaku menemui sosok yang baru? Tak sadarkah atas ulahmu,  kau telah membatasi gerakku untuk melangkah ke arahmu. Namun aku dihadang oleh sang waktu yang kau kirim lewat doamu. Ini tak mudah. Mencoba menerka hati yang tak pernah jujur adanya. Sudahlah. Kini lakukan saja semaumu. Dan biarkan aku melepasm...